348759

Kakanwil Resmikan Mahad MTsN Wirosari

Grobogan – Demi memenuhi permintaan dan kebutuhan masyarakat akan hadirnya pondok pesantren, memasuki usia ke-19 tahun, MTsN Wirosari Grobogan meresmikan Ma’had (Ponpes/Boarding) yang telah dirintis sejak bulan september 2015 lalu. Sebagaimana pondok pesantren, Ma’had yang diberi nama Manbaus Syarif ini berkonsentrasi pada ilmu-ilmu agama, qiraatul kutub, dan penggunaan bahasa pengantar Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Hal itu sebagaimana dilaporkan oleh Adibatus Syarifah, Kepala MTsN Wirosari Grobogan dalam acara Milad ke-19 MTsN Wirosari. Untuk itu, Adib menyampaikan terima kasih atas dukungan dari seluruh pihak yang telah membantu program kegiatan yang direncanakan bisa dilaksanakan dengan baik untuk menuju madrasah yang lebih baik, mencetak murid yang berakhlak mulia, dan mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuannya di masyarakat.

Peringatan Milad ke-19 diselenggarakan di Aula madrasah setempat dan dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Grobogan, Camat Wirosari beserta Muspika, para kepala madrasah negeri di Grobogan, komite madrasah dan para wali murid.

Dengan adanya program baru ini dibutuhkan perhatian khusus dan dipersiapkan sumber daya dan sarana penunjang, sekaligus antisipasi atas segala kemungkinan yang bisa terjadi yang bisa mengganggu jalannya pembelajaran di ma’had. Diharapkan, program yang baru dirintis ini bisa terus dikembangkan dan dikelola dengan baik. Jangan sampai ada hal meski kecil yang bisa merusak citra baik madrasah secara makro. Untuk itu perlu adanya bimbingan dan pengawasan yang intensif baik dari madrasah sendiri maupun dari kementerian agama.

Lanjut membaca

DSC_0050

PENGUMUMAN ATURAN AKUN INDIVIDU PTK

PENGUMUMAN ATURAN AKUN INDIVIDU PTK

Assalammualaikum Wr. Wb.
Salam Sejahtera,
Kepada seluruh PTK Kemenag
Sesuai dengan surat edaran dari Dirjen Pendis nomor DJ.I/PP.00.6/3541/2015 tanggal 25 September 2015 perihal Penggunaan Sistem Pendataan Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada binas Direktorat Pendidikan Madrasah.

Berkenaan dengan hal tersebut, akan dilakukan pembenahan aplikasi SIMPATIKA menyesuaikan dengan aturan baru yang diberlakukan di lingkungan Kemenag dalam 2 (dua) minggu ke depan. Sebagai tahap awal untuk mendukung kemandirian individu PTK pada Layanan SIMPATIKA diberlakukan aturan sebagai berikut:

  1. Bagi akun individu Pendidik (Guru) yang diaktifkan tugas tambahan resmi sebagai Kepala Madrasah/Sekolah oleh Admin Ka.Kemenag Kab/Kota otomatis mendapatkan hak akses sebagai Admin Madrasah/Sekolah.
  2. Kepala Madrasah/Sekolah dapat mencetak ulang (reset) akun login para PTK di lingkup madrasah/sekolah yang dipimpinnya.
  3. Bagi akun individu lain yang mendapatkan peran sebagai Admin/Operator Madrasah (diluar sebagai Kepala Madrasah/Sekolah) dinonaktifkan hak aksesnya oleh sistem secara otomatis. Hak akses dimaksud dapat diaktifkan kembali (atas ijin) oleh Kepala Madrasah/Sekolah menggunakan akun institusi resmi yang diterbitkan/dicetak ulang oleh Admin Ka.Kemenag Kab/Kota.
  4. Bagi Kepala Madrasah/Sekolah naungan Kemenag berkewajiban untuk meminta cetak ulang akun insitusi madrasah/sekolah yang dipimpinnya ke Admin Ka. Kemenag Kab/Kota masing-masing.

Semoga PTK Kemenag selalu bersemangat untuk menjadi lebih unggul dalam penguasaan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang tepat guna dan bermanfaat bagi Dunia Pendidikan Indonesia.

Wassalamualaikum wr.wb,
Hormat kami,
Admin Simpatika

DSC_0106

MOPD MTs N Wirosari Fokus Pelajaran

GROBOGAN – MTs Negeri Wirosari, mulai Senin (15/7)  sampai Rabu (17/7), mengadakan Masa Orientasi Peserta Didik (MOPD). Apel pembukaan MOPD berlangsung di halaman madrasah setempat, kemarin. Dalam apel pembukaan, Kepala MTsN Wirosari, Dra Adibatus Syarifah MSi mengatakan, MOPD tahun berbeda dibanding tahun sebelumnya.

‘’MOPD tahun ini juga diikuti siswa-siswi kelas 8 dan 9. Hal ini bertujuan agar pasca-MOPD nanti seluruh siswa dapat belajar secara totalitas dan penuh waktu. Dalam acara MOPD, pembentukan pengurus kelas maupun yang lainnya harus terselesaikan. Jadi nantinya hanya fokus ke mata pelajaran,’’ kata Adibatus Syarifah didampingi seorang guru, M Saifuddin Alia.

Disampaikan, untuk MOPD kelas tujuh yang berlangsung selama tiga hari, siswa-siswi mendapatkan materi tentang membangun karakter, praktik agama, membangun kreativitas, pengalaman agama, pembelajaran bermakna, penelusuran bakat dan minat, dan pentingnya perpustakaan. Dengan pemberian materi itu, pihaknya berharap, poin bakat dan minat siswa teridentifikasi seusai MOPD.

Sementara itu, Dwi Supri­yadi SPd, waka Kesiswaan MTs N Wirosari menambahkan, MOPD tahun ini diikuti  777 siswa, yang terdiri dari kelas tujuh sebanyak 305 siswa, kelas 8 (272) dan kelas 9 (200).

‘’MOPD berlangsung mulai pukul 07.00 sampai 12.00. Setelah itu, dilanjutkan dengan shalat zuhur berjamaah di Masjid Ar Rahman, yang ada di lingkungan sekolah,’’ ulasnya. (K11-64)

104628

Jabatan merupakan Kehendak Allah yang Ditetapkan oleh Pimpinan

Madrasah bisa besar bukan karena pengelolaannya semata tetapi madrasah bisa besar berkat dukungan masyarakat dan para tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat. Keterlibatan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan akan sangat berpengaruh terhadap kemajuan madrasah. Dengan adanya boarding di madrasah, ini menunjukkan salah satu bentuk keterlibatan masyarakat dalam perkembangan madrasah. Madrasah menurut Ahmadi dibagi menjadi dua jenis, madrasah reguler (berbasis agama, berbasis ilmu pengetahuan, berbasis ketrampilan) dan madrasah inklusif, madrasah yang memberikan pelayanan kepada anak yang membutuhkan perhatian khusus. Anak berkebun khusus tetap bisa mengikuti pembelajaran di madrasah dengan perlakuan khusus dan dibimbing oleh tenaga khusus pula.

Dalam rangka untuk memperhatikan generasi ke depan, anak-anak yang telah memiliki akhlakul karimah, anak yang berilmu pengetahuan, anak yang berkarakter bisa terlahir dari madrasah yang dimulai dari perbaikan SDM tenaga pendidik dan kependidikan. SDM yang berkompeten mempunyai karakteristik: mampu dan berdaya, terampil dan berpengalaman, memiliki jati diri, memiliki karakter fisik yang jelas, dan mampu memanfaatkan aspek psikologis dan religius.

Terkait dengan paham radikalisme yang akhir-akhir ini marak, Kakanwil menghimbau agar kegiatan di madrasah dapat dipantau secara intensif dan mengoptimalkan koordinasi dan komunikasi dengan orang tua sehingga sikap dan perhatian orang tua terhadap anaknya untuk mengarahkan kegiatan-kegiatannya kepada hal yang positif. Usai menyampaikan sambutannya, Kakanwil meresmikan Ma’had dengan penandatanganan prasasti serta peletakan batu pertama pembangunan ma’had tahap kedua. Berkesempatan meletakkan batu berikutnya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Grobogan, Camat Wirosari, dan Kepala MTsN Wirosari. (fat/gt)